Lebel

Selasa, 27 Desember 2011

Materi Biologi

A
  1. Aberasi : mutasi yang terjadi karena perubahan struktur atau kerusakan bentuk kromosom
  2. Abiogenesis : teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati.
  3. Adaptasi : peristiwa modifikasi dari makhluk hidup untuk menyesuai-kan diri dengan lingkungannya.
  4. Albino : hewan atau manusia yang homogenital, tidak mempunyai pigmen kulit.
  5. Alela : bentuk alternatif faktor keturunan dalam kromosom yang homolog.
  6. Alela : bentuk alternatif faktor keturunan dalam kromosom yang homolog.
  7. Amitosis : pembelahan sederhana tanpa melalui tahap-tahap pembelahan.
  8. Anafase : tahap pembelahan sel dimana kromatid bergerak kearah kutub yang berlawanan.
  9. Analogi : organ yang mempunyai fungsi sama tetapi bentuk dasar dan asalnya berbeda.
  10. Apoenzim : enzim yang tersusun atas protein saja dan bersifat non aktif.
  11. Asam absisat : hormon yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman, yaitu dengan jalan mengurangi atau memperlambat kecepatan pembelahan dan pembesaran sel
  12. Auksin : merupakan senyawa kimia idol asam asetat yang dihasilkan dari sekresi pada titik tumbuh terletak pada ujung tunas (terdiri atas batang dan daun), ujung akar, daun muda, bunga buah dan kambium
  13. Autokatalitik : kemampuan replikasi DNA.
  14. Autosom : kromosom yang mengandung gen-gen yang mengatur sifat tubuh.
  15. Avertebrata : hewan yang tidak bertulang belakang
B
  1. Biogenesis : teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga.




D
  1. Delesi : peristiwa pengurangan suatu kromosom akibat sebagian kromosom pindah pada kromosom lain karena adanya patahan
  2. Dominan : sifat yang muncul pada keturunan.
  3. Duplikasi : peristiwa penambahan dan penggandaan patahan kromosom dari kromosom lain yang sehomolog

E
  1. Embrio : bakal makhluk hidup baru yang tumbuh dan berkembang di dalam uterus/kandung lembaga.
  2. Epistaksis : keluarnya darah dari lubang hidung
  3. Euploidi : mutasi yang melibatkan pengurangan atau penambahan perangkat kromosom




F
  1. Fase G1 : fase pada interfase sebelum sel mengadakan replikasi DNA
  2. Fase S : fase sintesis yaitu saat DNA bereplikasi
  3. Felem : Felogen membentuk jaringan yang tumbuh ke arah luar
  4. Feloderm : Felogen membentuk jaringan yang tumbuh ke arah dalam
  5. Felogen : jaringan yang berada di sebelah dalam kulit membentuk jaringan
  6. Fenotipe : bentuk luar sebagai akibat dari pengaruh genotipe dengan lingkungan.
  7. Fermentasi : proses respirasi anerob yaitu tanpa menggunakan oksigen bebas
  8. Filial : keturunan.
  9. Fosil : sisa-sisa makhluk hidup yang biasanya terdapat dalam batuan bumi

G
  1. G2 : fase pada interfase sat replikasi DNA selesai
  2. Gamet : beberapa sel yang bersatu dan membentuk sel yang baru.
  3. Gametogenesis : proses pembentukan sel kelamin
  4. Gas etilin : suatu gas yang dihasilkan oleh buah yang dapat mem-pengaruhi perubahan warna pada buah dari hijau, kuning sampai menjadi mati disebabkan pada sel-sel cadangan berbentuk batang yang tidak mengalami diferensiasi.
  5. Gen : materi genetik yang berfungsi untuk membawa sifat yang diwariskan kepada keturunannya.
  6. Genetika : ilmu yang mempelajari hereditas serta segala seluk beluk secara ilimiah.
  7. Genom : perangkat kromosom
  8. Giberelin : zat tumbuh yang membantu pembentukan tunas/embrio, menghambat perkecambahan dan pembentukan biji
  9. Gonosom : kromosom seks yang dapat menentukan jenis kelamin.




H
  1. Habitat : tempat tinggal yang biasa atau yang wajar dari suatu individu atau sekumpulan makhluk hidup
  2. Hereditas : penurunan sifat dari generasi satu ke generasi berikutnya
  3. Heterogen : bermacam-macam benda yang berlainan jenis dan sifatnya.
  4. Heterozigot : suatu pasangan alela yang dihasilkan oleh fertilisasi gamet yang mengandung gen-gen berlainan dari sifat tertentu.
  5. Holoenzim : enzim yang tersusun atas protein dan non protein
  6. Homolog : sejalan
  7. Homozigot : perpaduan sel kelamin yang sama jenisnya.
  8. Hormon : zat tumbuh yang komponennya terdiri atas senyawa protein dengan substansi kimia

I
  • Interfase : fase istirahat dari proses pembelahan
  • Isokromosom : mutasi kromosom yang terjadi pada waktu menduplikasikan diri
  • Inversi : mutasi yang terjadi karena perubahan letak gen akibat terpilin-nya kromosom pada saat meiosis sehingga terbentuk kiasma
K
  1. Kariokenesis : tahapan sel mengalami pembelahan inti
  2. Kiasma : pertemuan antara kromosom yang mengalami pindah silang
  3. Kloning : proses kultur jaringan pada sel hewan
  4. Konvensional : tradisional artinya dilaksanakan dengan cara dan alat yang masih sangat sederhana.
  5. Kotiledon : cadangan makanan di dalam keping biji
  6. Kriptomeri : suatu peristiwa di mana suatu faktor dominan seakan-akan tersembunyi oleh faktor lainnya dan baru tampak bila tidak berada bersama faktor penutup.
  7. Kromatid : kromosom yang mengganda menjadi dua




L
  1. Lentisel : sel kambium gabus di epidermis kulit yang membentuk suatu
  2. Letal : suatu keadaan pasangan gen-gen gila dalam keadaan homozigot yang menyebabkan kematian.
  3. Lingkaran tahun : kambium intervaskuler tersambung dengan kambium lubang/ celah menyerupai lensa

M
  1. Megasporogenesis : proses pembentukan ovum pada tumbuhan tinggi
  2. Meiosis : pembelahan sel pada sel kelamin (pembelahan reduksi)
  3. Metafase : tahap pembelahan sel di mana kromosom terletak pada bidang ekuator
  4. Mikrosporogenesis : proses pembentukan sperma pada tumbuhan tinggi
  5. Mitosis : pembelahan sel pada sel tubuh (pembelahan biasa)
  6. Mutagen : faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya mutasi
  7. Mutasi : perubahan dalam gen yang mengakibatkan perubahan dalam ekskresi
  8. Mutasi germinal : mutasi yang terjadi pada sel-sel gamet




N
  1. Nukleotida : satu satuan monomer yang terdiri dari satu gula, satu basa nitrogen dan satu fosfat.

O
  1. Oogenesis : proses pembentukan ovum pada manusia
  2. Organisme : makhluk hidup




P
  1. Poliploid : organisme yang memiliki banyak genom dalam sel somatiknya
  2. Populasi : sejumlah individu-individu sejenis yang hidup di suatu daerah.
  3. Profase : tahap pembelahan sel awal

R
  1. Replikasi : proses pembentukan rantai DNA baru oleh mutasi DNA lama
  2. Resesif : sifat yang tidak muncul pada keturunan.




S
  1. Sel Hibridoma : sel sebagai hasil dari penggabungan sel limfosit dengan sel kanker.
  2. Sentromer : daerah penyempitan kromosom.
  3. Sitokinesis : pembelahan sitoplasma pada pembelahan sel
  4. Sitokinin : zat tumbuh sebagai perangsang terjadinya pembelahan sel.
  5. Species : sekumpulan tumbuhan atau hewan yang mempunyai persama-an sifat-sifat dan dapat kawin serta melaksanakan keturunan yang normal.
  6. Spermatogenesis : proses pembentukan sperma pada manusia

T
  1. Telofase : tahap pembelahan sel dimana kromosom berada pada kutub pembelahan
  2. Telosentrik : kromosom yang memiliki lengan hanya satu dan terbentuk seperti batang dengan letak sentromernya di ujung.
  3. Totipotensi : kemampuan sel atau jaringan untuk menumbuhkan seluruh bagian tubuh secara lengkap
  4. Transgenik : hasil dari rekayasa genetika (pemindahan gen)
  5. Transisi : mutasi yang terjadi bila terdapat pergantian basa purin dari satu mutasi DNA dengan purin lainnya atau basa pirimidin dengan pirimidin lainnya
  6. Transkripsi : pencetakan RNA duta oleh DNA.
  7. Translokasi : peristiwa perpindahan potongan kromosom menuju kromo-som lain yang nonhomolog
  8. Tranversi : mutasi gen bila terdapat pergantian basa purin dengan basa pirimidin atau basa pirimidin dengan basa purin
  9. Trisomi : mutasi karena kelebihan satu kromosom




V
  1. Vertebrata : hewan yang bertulang belakang.
CIRI-CIRI PORIFERA:
  • Hidup di air tawar, dan umum di laut
  • Bentuk tubuh seperti jambangan bunga
  • Tubuh simetri radial dan asimetri
  • Memiliki type sessil (menetap di dasar perairan)
  • Hidup dalam tingkatan sel (belum membentuk jaringan)
  • Memiliki warna tubuh cerah, berfungsi:
  • melindungi tubuh dari cahaya matahari
  •  menarik perhatian mangsa atau lawannya.
  •  Diploblastik
  • Memiliki saluran air melalui ostium – spongocoel - oskulum





STRUKTUR TUBUH
Antara lapisan ektoderm dan endoderm terdapat lapisan gelatin (mesoglea) yang tersusun :

 sel skleroblast, untuk membentuk kerangka berduri (spikula)
 sel amoebosit/sel pengembara, untuk mengedarkan makanan yang dicerna dari sel koanosit
 sel archeosit: sel amoebosit embrional dan berubah fungsi untuk membentuk sperma dan ovum
 sel spikula, sel penyusun kerangka tubuh
REPRODUKSI PORIFERA
Aseksual:

- kuncup
- gemmulae
Seksual:

Amoebosit menjadi arkeosit penghasil sperma dan ovum.


TIPE SALURAN AIR
1.Tipe Askonoid

Air melalui ostia -spongocoel (atrium)-oskulum
contoh : Leucosoeliena sp (Calcarea)
2. Tipe Sikonoid

Air melalui ostia – saluran radial spongocoel (atrium) – oskulum.
contoh: Scypha (Calcarea)
3.Tipe Leukonoid/ Rhagonoid.

Air melalui ostia – saluran radial yang bercabang – spongocoel (atrium) - oskulum.
contoh : Spongilla sp (Demospongia)
Cara penyebaran Virus:
Virus dapat menyebar dari satu inang ke inang lainnya dengan berbagai cara:
1. Melalui udara, contoh : influenza, SARS, Flu burung.
2. Melalui sentuhan, contoh : Cacar, Herpes.
3. Melalui makanan/minuman, contoh : Polio, Hepatitis
4. Melalui kontak cairan tubuh, contoh : HIV, Hepatitis
5. Melalui gigitan hewan, contoh : DBD, Rabies
Cara pencegahan terserang Virus
1. Pola hidup sehat
2. Vaksinasi
Contoh : vaksin polio, rabies, hepatitis
3. Menghindari infeksi
AIDS :
- tidak melakukan kontak seksual dengan penderita
- tidak menggunakan jarum suntik yang sama
Flu Burung :
- tidak kontak langsung dengan unggas atau kotoran unggas yang terinfeksi
SARS :
- tidak kontak langsung dengan penderita
- menghindari cairan yang keluar dari tubuh penderita
 Apakah benar bahwa fotosintesis itu menghasilkan zat gula (amilum). Pada praktikum kali ini kita akan membuktikan bahwa fotosintesis pada daun memerlukan cahaya dan menghasilkan amilum. Desain praktikum ini sering disebut percobaan Sach (baca: sah).
Tujuan
Praktikum ini bertujuan membutktikan bahwa fotosintesis yang berlangsung pada daun memerlukan cahaya dan menghasilkan amilum.
Alat dan bahan
1. aluminium foil
2. klip kertas
3. beaker glass
4. tabung reaksi
5. gunting
6. bunsen
7. kaki tiga
8. alkohol
9. iodium
10. tanaman berdaun dalam pot


Cara kerja
1. Letakkan tumbuhan berdaun di tempat gelap sekitar 2 – 3 hari.
2. Setelah itu pilihlah sehelai daun yang lebar, tutuplah sebagian permukaan daun dengan aluminium foil. Gunakan klip untuk menjepitnya.
3. Letakkan pot tersebut di tempat yang terkena cahaya matahari langsung selama sekitar 5 jam.
4. Petiklah daun yang telah ditutup dengan aluminium foil tersebut dan lakukan pengujian dengan lugol.
5. Cara melakukan uji amilum / lugol:
6. Rebuslah daun dalam air mendidih selama beberapa menit hingga layu
7. Rebuslah daun dalam alkohol panas untuk melarutkan klorofilnya (lihat gambar)
8. Cucilah daun di bawah air mengalir
9. Tetesilah daun dengan larutan lugol / iodium dan amatilah perubahan warnanya

Perhatikan gambar berikut:



 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar