kau maya, tak berwujud untuk memeluk hatiku yang kedinginan
selalu berharap kau akan jadi nyata
jadi sahabatku
Aku memimpikanmu
sebelum kau datang padaku waktu itu
menawarkan damai bersamamu, utuh
di setiap malamku
Dan di suatu pagi aku menemukanmu
di antara waktumu yang tak pernah sepi, kau memberi petunjuk padaku untuk mendapatkanmu
aku menunggumu, tanpa ku harus tahu siapa kau
Kemudian aku mengingatmu
selalu di setiap hembusan nafasku
sementara aku tak pernah mengerti
kenapa harus kau
Aku menunggumu
menghampiri aku di sini dengan ceriamu yang lugu
hangat tawamu, dan bening sinar matamu
serta senyum malaikat itu
sampai masa itu sendiri yang akan menjemputku, padamu
Dan aku mendapatkanmu saat kau tawarkan nyamannya memeluk hidup bersamamu
kau, yang menjadi kekuatanku
ketika aku lelah melangkah
Lalu aku bersamamu
dan aku merasa itu akan selalu begitu
sepanjang waktu yang tersisa sampai matahari berhenti bersinar
Menjadikanku merindukanmu
saat-saat kau jauh dari sisiku
cemas, jika ternyata kau tak kembali untukku
sangat takut kehilanganmu
Aku sayang kau
apa adanya, dengan segala yang ada padamu
setulus hatiku:
aku cinta kau
. . .
Tapi waktu telah habis, sebelum semua janji terpenuhi
hidupku harus kembali sepi dengan hatiku yang kedinginan lagi
kehilangan kekuatan dan tempatku berteduh
kembali ke masa saat kau masih jadi bayangan, tak nyata
Aku kehilanganmu
selamanya
harum nafasmu dan wangi tubuhmu jadi mimpi
dan tanpa senyum malaikat itu lagi…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar