Lebel

Selasa, 27 Desember 2011

Materi Biologi

A
  1. Aberasi : mutasi yang terjadi karena perubahan struktur atau kerusakan bentuk kromosom
  2. Abiogenesis : teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati.
  3. Adaptasi : peristiwa modifikasi dari makhluk hidup untuk menyesuai-kan diri dengan lingkungannya.
  4. Albino : hewan atau manusia yang homogenital, tidak mempunyai pigmen kulit.
  5. Alela : bentuk alternatif faktor keturunan dalam kromosom yang homolog.
  6. Alela : bentuk alternatif faktor keturunan dalam kromosom yang homolog.
  7. Amitosis : pembelahan sederhana tanpa melalui tahap-tahap pembelahan.
  8. Anafase : tahap pembelahan sel dimana kromatid bergerak kearah kutub yang berlawanan.
  9. Analogi : organ yang mempunyai fungsi sama tetapi bentuk dasar dan asalnya berbeda.
  10. Apoenzim : enzim yang tersusun atas protein saja dan bersifat non aktif.
  11. Asam absisat : hormon yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman, yaitu dengan jalan mengurangi atau memperlambat kecepatan pembelahan dan pembesaran sel
  12. Auksin : merupakan senyawa kimia idol asam asetat yang dihasilkan dari sekresi pada titik tumbuh terletak pada ujung tunas (terdiri atas batang dan daun), ujung akar, daun muda, bunga buah dan kambium
  13. Autokatalitik : kemampuan replikasi DNA.
  14. Autosom : kromosom yang mengandung gen-gen yang mengatur sifat tubuh.
  15. Avertebrata : hewan yang tidak bertulang belakang
B
  1. Biogenesis : teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga.




D
  1. Delesi : peristiwa pengurangan suatu kromosom akibat sebagian kromosom pindah pada kromosom lain karena adanya patahan
  2. Dominan : sifat yang muncul pada keturunan.
  3. Duplikasi : peristiwa penambahan dan penggandaan patahan kromosom dari kromosom lain yang sehomolog

E
  1. Embrio : bakal makhluk hidup baru yang tumbuh dan berkembang di dalam uterus/kandung lembaga.
  2. Epistaksis : keluarnya darah dari lubang hidung
  3. Euploidi : mutasi yang melibatkan pengurangan atau penambahan perangkat kromosom




F
  1. Fase G1 : fase pada interfase sebelum sel mengadakan replikasi DNA
  2. Fase S : fase sintesis yaitu saat DNA bereplikasi
  3. Felem : Felogen membentuk jaringan yang tumbuh ke arah luar
  4. Feloderm : Felogen membentuk jaringan yang tumbuh ke arah dalam
  5. Felogen : jaringan yang berada di sebelah dalam kulit membentuk jaringan
  6. Fenotipe : bentuk luar sebagai akibat dari pengaruh genotipe dengan lingkungan.
  7. Fermentasi : proses respirasi anerob yaitu tanpa menggunakan oksigen bebas
  8. Filial : keturunan.
  9. Fosil : sisa-sisa makhluk hidup yang biasanya terdapat dalam batuan bumi

G
  1. G2 : fase pada interfase sat replikasi DNA selesai
  2. Gamet : beberapa sel yang bersatu dan membentuk sel yang baru.
  3. Gametogenesis : proses pembentukan sel kelamin
  4. Gas etilin : suatu gas yang dihasilkan oleh buah yang dapat mem-pengaruhi perubahan warna pada buah dari hijau, kuning sampai menjadi mati disebabkan pada sel-sel cadangan berbentuk batang yang tidak mengalami diferensiasi.
  5. Gen : materi genetik yang berfungsi untuk membawa sifat yang diwariskan kepada keturunannya.
  6. Genetika : ilmu yang mempelajari hereditas serta segala seluk beluk secara ilimiah.
  7. Genom : perangkat kromosom
  8. Giberelin : zat tumbuh yang membantu pembentukan tunas/embrio, menghambat perkecambahan dan pembentukan biji
  9. Gonosom : kromosom seks yang dapat menentukan jenis kelamin.




H
  1. Habitat : tempat tinggal yang biasa atau yang wajar dari suatu individu atau sekumpulan makhluk hidup
  2. Hereditas : penurunan sifat dari generasi satu ke generasi berikutnya
  3. Heterogen : bermacam-macam benda yang berlainan jenis dan sifatnya.
  4. Heterozigot : suatu pasangan alela yang dihasilkan oleh fertilisasi gamet yang mengandung gen-gen berlainan dari sifat tertentu.
  5. Holoenzim : enzim yang tersusun atas protein dan non protein
  6. Homolog : sejalan
  7. Homozigot : perpaduan sel kelamin yang sama jenisnya.
  8. Hormon : zat tumbuh yang komponennya terdiri atas senyawa protein dengan substansi kimia

I
  • Interfase : fase istirahat dari proses pembelahan
  • Isokromosom : mutasi kromosom yang terjadi pada waktu menduplikasikan diri
  • Inversi : mutasi yang terjadi karena perubahan letak gen akibat terpilin-nya kromosom pada saat meiosis sehingga terbentuk kiasma
K
  1. Kariokenesis : tahapan sel mengalami pembelahan inti
  2. Kiasma : pertemuan antara kromosom yang mengalami pindah silang
  3. Kloning : proses kultur jaringan pada sel hewan
  4. Konvensional : tradisional artinya dilaksanakan dengan cara dan alat yang masih sangat sederhana.
  5. Kotiledon : cadangan makanan di dalam keping biji
  6. Kriptomeri : suatu peristiwa di mana suatu faktor dominan seakan-akan tersembunyi oleh faktor lainnya dan baru tampak bila tidak berada bersama faktor penutup.
  7. Kromatid : kromosom yang mengganda menjadi dua




L
  1. Lentisel : sel kambium gabus di epidermis kulit yang membentuk suatu
  2. Letal : suatu keadaan pasangan gen-gen gila dalam keadaan homozigot yang menyebabkan kematian.
  3. Lingkaran tahun : kambium intervaskuler tersambung dengan kambium lubang/ celah menyerupai lensa

M
  1. Megasporogenesis : proses pembentukan ovum pada tumbuhan tinggi
  2. Meiosis : pembelahan sel pada sel kelamin (pembelahan reduksi)
  3. Metafase : tahap pembelahan sel di mana kromosom terletak pada bidang ekuator
  4. Mikrosporogenesis : proses pembentukan sperma pada tumbuhan tinggi
  5. Mitosis : pembelahan sel pada sel tubuh (pembelahan biasa)
  6. Mutagen : faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya mutasi
  7. Mutasi : perubahan dalam gen yang mengakibatkan perubahan dalam ekskresi
  8. Mutasi germinal : mutasi yang terjadi pada sel-sel gamet




N
  1. Nukleotida : satu satuan monomer yang terdiri dari satu gula, satu basa nitrogen dan satu fosfat.

O
  1. Oogenesis : proses pembentukan ovum pada manusia
  2. Organisme : makhluk hidup




P
  1. Poliploid : organisme yang memiliki banyak genom dalam sel somatiknya
  2. Populasi : sejumlah individu-individu sejenis yang hidup di suatu daerah.
  3. Profase : tahap pembelahan sel awal

R
  1. Replikasi : proses pembentukan rantai DNA baru oleh mutasi DNA lama
  2. Resesif : sifat yang tidak muncul pada keturunan.




S
  1. Sel Hibridoma : sel sebagai hasil dari penggabungan sel limfosit dengan sel kanker.
  2. Sentromer : daerah penyempitan kromosom.
  3. Sitokinesis : pembelahan sitoplasma pada pembelahan sel
  4. Sitokinin : zat tumbuh sebagai perangsang terjadinya pembelahan sel.
  5. Species : sekumpulan tumbuhan atau hewan yang mempunyai persama-an sifat-sifat dan dapat kawin serta melaksanakan keturunan yang normal.
  6. Spermatogenesis : proses pembentukan sperma pada manusia

T
  1. Telofase : tahap pembelahan sel dimana kromosom berada pada kutub pembelahan
  2. Telosentrik : kromosom yang memiliki lengan hanya satu dan terbentuk seperti batang dengan letak sentromernya di ujung.
  3. Totipotensi : kemampuan sel atau jaringan untuk menumbuhkan seluruh bagian tubuh secara lengkap
  4. Transgenik : hasil dari rekayasa genetika (pemindahan gen)
  5. Transisi : mutasi yang terjadi bila terdapat pergantian basa purin dari satu mutasi DNA dengan purin lainnya atau basa pirimidin dengan pirimidin lainnya
  6. Transkripsi : pencetakan RNA duta oleh DNA.
  7. Translokasi : peristiwa perpindahan potongan kromosom menuju kromo-som lain yang nonhomolog
  8. Tranversi : mutasi gen bila terdapat pergantian basa purin dengan basa pirimidin atau basa pirimidin dengan basa purin
  9. Trisomi : mutasi karena kelebihan satu kromosom




V
  1. Vertebrata : hewan yang bertulang belakang.
CIRI-CIRI PORIFERA:
  • Hidup di air tawar, dan umum di laut
  • Bentuk tubuh seperti jambangan bunga
  • Tubuh simetri radial dan asimetri
  • Memiliki type sessil (menetap di dasar perairan)
  • Hidup dalam tingkatan sel (belum membentuk jaringan)
  • Memiliki warna tubuh cerah, berfungsi:
  • melindungi tubuh dari cahaya matahari
  •  menarik perhatian mangsa atau lawannya.
  •  Diploblastik
  • Memiliki saluran air melalui ostium – spongocoel - oskulum





STRUKTUR TUBUH
Antara lapisan ektoderm dan endoderm terdapat lapisan gelatin (mesoglea) yang tersusun :

 sel skleroblast, untuk membentuk kerangka berduri (spikula)
 sel amoebosit/sel pengembara, untuk mengedarkan makanan yang dicerna dari sel koanosit
 sel archeosit: sel amoebosit embrional dan berubah fungsi untuk membentuk sperma dan ovum
 sel spikula, sel penyusun kerangka tubuh
REPRODUKSI PORIFERA
Aseksual:

- kuncup
- gemmulae
Seksual:

Amoebosit menjadi arkeosit penghasil sperma dan ovum.


TIPE SALURAN AIR
1.Tipe Askonoid

Air melalui ostia -spongocoel (atrium)-oskulum
contoh : Leucosoeliena sp (Calcarea)
2. Tipe Sikonoid

Air melalui ostia – saluran radial spongocoel (atrium) – oskulum.
contoh: Scypha (Calcarea)
3.Tipe Leukonoid/ Rhagonoid.

Air melalui ostia – saluran radial yang bercabang – spongocoel (atrium) - oskulum.
contoh : Spongilla sp (Demospongia)
Cara penyebaran Virus:
Virus dapat menyebar dari satu inang ke inang lainnya dengan berbagai cara:
1. Melalui udara, contoh : influenza, SARS, Flu burung.
2. Melalui sentuhan, contoh : Cacar, Herpes.
3. Melalui makanan/minuman, contoh : Polio, Hepatitis
4. Melalui kontak cairan tubuh, contoh : HIV, Hepatitis
5. Melalui gigitan hewan, contoh : DBD, Rabies
Cara pencegahan terserang Virus
1. Pola hidup sehat
2. Vaksinasi
Contoh : vaksin polio, rabies, hepatitis
3. Menghindari infeksi
AIDS :
- tidak melakukan kontak seksual dengan penderita
- tidak menggunakan jarum suntik yang sama
Flu Burung :
- tidak kontak langsung dengan unggas atau kotoran unggas yang terinfeksi
SARS :
- tidak kontak langsung dengan penderita
- menghindari cairan yang keluar dari tubuh penderita
 Apakah benar bahwa fotosintesis itu menghasilkan zat gula (amilum). Pada praktikum kali ini kita akan membuktikan bahwa fotosintesis pada daun memerlukan cahaya dan menghasilkan amilum. Desain praktikum ini sering disebut percobaan Sach (baca: sah).
Tujuan
Praktikum ini bertujuan membutktikan bahwa fotosintesis yang berlangsung pada daun memerlukan cahaya dan menghasilkan amilum.
Alat dan bahan
1. aluminium foil
2. klip kertas
3. beaker glass
4. tabung reaksi
5. gunting
6. bunsen
7. kaki tiga
8. alkohol
9. iodium
10. tanaman berdaun dalam pot


Cara kerja
1. Letakkan tumbuhan berdaun di tempat gelap sekitar 2 – 3 hari.
2. Setelah itu pilihlah sehelai daun yang lebar, tutuplah sebagian permukaan daun dengan aluminium foil. Gunakan klip untuk menjepitnya.
3. Letakkan pot tersebut di tempat yang terkena cahaya matahari langsung selama sekitar 5 jam.
4. Petiklah daun yang telah ditutup dengan aluminium foil tersebut dan lakukan pengujian dengan lugol.
5. Cara melakukan uji amilum / lugol:
6. Rebuslah daun dalam air mendidih selama beberapa menit hingga layu
7. Rebuslah daun dalam alkohol panas untuk melarutkan klorofilnya (lihat gambar)
8. Cucilah daun di bawah air mengalir
9. Tetesilah daun dengan larutan lugol / iodium dan amatilah perubahan warnanya

Perhatikan gambar berikut:



 
 

Minggu, 04 Desember 2011

DRAMAA-COKELAT

[intro] C#m A 4x

C#m A                  C#m B
Cinta yang tulus selamanya ada di hati
C#m A           E          B
Takkan terganti demi Tuhan kau ku jaga
C#m A                  C#m    B
Tak mampu membalas semua yang telah kau beri
C#m A      E          B      A
Ini diriku ampuni semua dustaku

           G#m          F#m
Kalau jadi aku hidup tercinta
     B           A         E
Kini ku berharap kau bahagia

[chorus]
            B                          C#m
Oh sayang maaf ku tak jadi yang kau minta
            A                        E
Jalan hidup kita memang tak selalu sama
            B                       C#m
Oh sayang maaf ku tlah buat kau kecewa
           A           
Tangis air matamu penyesalanku

[solo] F# B F# B
       D#m C# B

E           B                          C#m 
Oh sayang maaf ku tak jadi yang kau minta
            A                        E
Jalan hidup kita memang tak selalu sama
            B                       C#m
Oh sayang maaf ku tlah buat kau kecewa
           A           
Tangis air matamu penyesalanku

E           B                          C#m 
Oh sayang maaf ku tak jadi yang kau minta
            A                        E
Jalan hidup kita memang tak selalu sama
            B                       C#m
Oh sayang maaf ku tlah buat kau kecewa
           A           
Tangis air matamu penyesalanku dalam hidupku

[outro] C#m A 2x

Minggu, 23 Oktober 2011

Pemaknaan Hidup Jakob Oetama

Judul: Syukur Tiada Akhir
Penulis: St. Sularto
Penerbit: Penerbit Buku Kompas
Terbit: September 2011
Halaman: 669
Kepekaan terhadap realitas, ketajaman menganalisa, kekritisan melihat fenomena, dan kejernihan dalam berpikir, merupakan hal yang harus dimiliki wartawan. Jika tidak, ia tidak dapat berbuat banyak untuk kemanusiaan.
Itulah yang berkali-kali ditekankan oleh Jakob Oetama. Bagi tokoh pers yang lebih dari setengah abad membuktikan kesetiaannya terhadap profesi jurnalistik itu, tugas wartawan adalah kesetiaan pada obyektivitas, kebenaran dan pembangunan manusia.
Bagaimana idealisme itu terbentuk? Dalam buku ini dijelaskan, latar belakang pendidikannya di seminari, persentuhan dengan sastra Barat, serta pertemuan dengan filsafat telah menjadi ladang persemaian kepekaan dan orientasi nilainya dalam menjalankan profesi wartawan.
Bagi Jakob, pers harus bertindak bijaksana dalam masyarakat yang terus berubah. Pers harus dapat melihat gejala-gejala dan kecenderungan-kecenderungan yang terjadi dalam masyarakat.
Dengan begitu, pers dapat memberikan sumbangan yang maksimal bagi masyarakat. Sebab, esensi pers ataupun media massa adalah manusia dan peristiwa kemanusiaan. Jadi, pilihan orientasinya pun harus kemanusiaan.
Baginya, pers juga harus menjadi wahana dialog antara pemerintah dan masyarakat. Tujuannya, agar pembangunan terus bergerak maju, serta dapat menjaga terselenggaranya demokrasi yang sehat.
Terkait hubungan antara pers dan kekuasaan, Jakob sempat diancam oleh pemerintah untuk menghentikan kegiatan surat kabar yang dipimpinnya. Ini terjadi pada 5 Februari 1978. Harian itu, Kompas, boleh terbit kembali jika Jakob mau menandatangani surat permintaan maaf dan kesetiaan terhadap pemerintah.
Butir yang termasuk dalam kesetiaaan tersebut diantaranya adalah tidak mempersoalkan Dwi Fungsi ABRI, tidak menurunkan berita yang memperuncing konflik, dan tidak menulis tentang asal-usul kekayaan Presiden Soeharto (hal. 24). Dengan berat hati, Jakob menandatangani surat tersebut. Hal ini mengundang pro dan kontra.
Namun Jakob punya alasan. Pertama, dengan sikap yang terkesan kompromistis itu, ia masih dapat berbuat sesuatu untuk masyarakat. Jika media sudah menjadi mayat, ia tidak dapat berbuat apa-apa lagi, begitu ia mengistilahkan.
Kedua, saat itu ia memikirkan hidup 2.000 karyawannya yang bergantung kepada harian itu Belum lagi mereka yang secara tidak langsung memperoleh berkah dari terbitnya harian Kompasseperti agen koran ataupun pengecer koran.
Jika saja hari itu Jakob mengikuti kehendak PK Ojong, salah satu pendiri Kompas, untuk tidak menandatangani surat itu, mungkin sejarah pun berbeda. Barangkali harian itu kini tinggal sejarah.
Namun, bagi sosok yang lebih senang disebut wartawan ketimbang pengusaha itu, apa yang ia lakukan saat itu bukanlah semata-mata hasil keputusannya, namun karena penyelenggaraan Allah (providentia dei). Itu sebabnya Jakob menekankan perlunya untuk bersyukur tiada henti untuk semua yang telah terjadi.
Buku ini tidak hanya berisi bagaimana wartawan harus menjalankan profesinya, namun juga bagaimana setiap orang harus memaknai segala peristiwa dan pencapaian dalam hidupnya sebagai anugerah dan berkat dari yang di Atas.***

Kebusukan di Balik Coca Cola

Judul : The Coke Machine,
Kebenaran Kotor di Balik Minuman Ringan Favorit Dunia
Penulis : Michael Blanding
Penerbit : Elex Media Komputindo
Terbit : 2011
Halaman : 420 Halaman
Harga : Rp. 99.800


Korporasi raksasa yang mendunia selalu memiliki dua wajah yang bertolak belakang Di satu sisi ia dapat tampil cantik, namun di sisi lain ia memiliki wajah buruk yang selalu ingin dirahasiakan.

Begitu juga dengan perusahaan minuman ringan bersoda The Coca Cola Company. Perusahaan yang telah mendunia ini dilaporkan memiliki sejumlah persoalan yang selama ini tidak diketahui oleh publik.

Buku yang ditulis oleh Michael Blanding ini menjelaskan bagaimana kemajuan perusahaan yang berdiri pada tahun 1892 itu bukan semata-mata karena kehebatan produknya, namun karena iklan.

Iklan Coca Cola yang begitu hebat telah membentuk berbagai citra tentang Coca Cola. Tak ayal lagi, Coca Cola tidak hanya sekadar brand yang mendunia, namun juga sebuah kultur.

Sebagai sebuah kultur Coca Cola menjadi bagian dari keseharian, terutama orang-orang Amerika. Konsumsi Coca Cola pun menjadi sebuah simbol ataupun identitas masyarakat Amerika.

Hasilnya, lingkar pinggang orang Amerika kian membesar. Penelitian menunjukkan bahwa minuman soda yang ditambahkan pada porsi setiap kali makan, akan menambah kemungkinan kegemukan sekitar 60 persen (hal. 90).

Di samping itu, Coca Cola pun telah masuk dalam dalam ritus-ritus keagamaan dan praktik budaya. Masyarakat yang hidup di perbukitan Chiapas Highlands, Meksiko, misalnya, kini telah melibatkan "si kaleng merah" dalam ritual-ritual keagamaan, ia menjadi bagian dari pemujaan.

Hal ini menunjukkan bagaimana Coca Cola telah mengubah kode-kode dalam praktik ritual. Ia telah menjungkirbalikkan nilai-nilai otentik budaya lokal. Jika memang Coca Cola concern dengan keberlangsungan budaya lokal, seharusnya ia dapat mengendalikan ini.

Persoalan yang harus dihadapi Coca Cola adalah persoalan pelanggaran hak-hak asasi buruh. Ini terjadi di Columbia. Di negara ini sejumlah kasus yang berakhir pada kematian buruh pabrik Coca Cola, beberapa kali terjadi.

Tuntutan buruh untuk memperoleh hak-haknya ternyata tidak selalu mendapat respon positif. Bahkan Dalam buku ini disampaiakan justru perusahaan yang berusaha untuk menghancurkan serikat pekerja yang menuntut hak-haknya.

Malah, dilukiskan dalam buku ini adanya kemungkinan disewanya tentara bayaran untuk menghentikan gerakan serikat pekerja. Di negeri yang sama juga dilakukan montaje judicial atau jebakan pengadilan terhadap para aktivis serikat pekerja.

Masalah lain yang terus menyudutkan Coca Cola adalah pencemaran lingkungan. Dari India dilaporkan bahwa perusahaan minuman bersoda itu telah mencemari lingkungan. Mereka membuang limbah pabrik dengan seenaknya.

Limbah pabrik itu telah memperburuk kondisi lingkungan. Bahkan hewan-hewan peliharaan mati karena meminum air dari sungai yang tercemar. Keinginan untuk mengubah keadaan ini juga tidak kunjung muncul.

Catatan lain tentang buku ini ialah, adanya ketidakberimbangan dalam menampilkan fakta mengenai Coca Cola. Hasilnya, buku ini terkesan sebagai black campaign terhadap perusahaan asal Amerika Serikat itu...***




Judul: Coke Machine
Penulis: Michael Blanding
Penerbit: Elex Media
Halaman: 420 halaman
Harga: Rp. 99.800

Rabu, 27 April 2011

tugas penjas

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Selama ini telah terjadi kecenderungan dalam memberikan makna mutu pendidikan yang hanya di kaitkan dengan aspek kemampuan kognitif. Pandangan ini telah membawa akibat terabaikannya aspek-aspek moral, akhlak, budi pekerti, seni, psikomotor, serta life skill. Dengan di terbitkannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan akan memberikan peluang untuk menyempurnakan kurikulum yang komprehensif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
Pendidikan dasar bola voli merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-sportivitas-spiritualsosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang.
Melihat dari perkembangan Bola voli di dunia yang kian merebak selayak dan seyogya nya pula kita sebagai generasi bangsa harus mengetahui beberapa olah raga yang sekarang menjadi salah satu tumpuan Indonesia yaitu diantara sekian banyak olahraga yang diminati di Indonesia dan Bola voli bahkan sudah mendemam ke seluruh plosok dan tidak ketinggalan di pedesaan. Untuk itu kita harus menanamkan pada peserta didik kita mengenai Pentingnya ilmu Bola voli serta sejarah singkat Bola Voli.
B. Manfaat
Semoga makalah ini sangat bermanfaat bagi para pembaca sekalian dan dapat dipergunakan sebagai bahan acuan dalam memberi pengajaran kepada para peserta didik sekaligus dapat membangun Indonesia yang tangguh dibidang ke Olahragaan terutama dibidang olahraga Bola voli
BAB2
PEMBAHASAN
A. SEJARAH BOLA VOLI
Sejarah Perkembangan Bola Voli di Indonesia
Indonesia mengenal permainan bola voli sejak tahun 1982 pada zaman penjajahan Belanda.Guru-guru pendidikan jasmani didatangkan dari Negeri Belanda untuk mengembangkan olahraga umumnya dan bola voli khususnya.Di samping guru-guru pendidikan jasmani, tentara Belanda banyak andilnya dalam pengembangan permainan bola voli di Indonesia, terutama dengan bermain di asrama-asrama, dilapangan terbuka dan mengadakan pertandingan antar kompeni-kompeni Belandasendiri.
Permainan bola voli di Indonesia sangat pesat di seluruh lapisan mayarakat, sehingga timbul klub-klub di kota besar di seluruh Indonesia. Dengan dasar itulah maka pada tanggal 22 januari 1955 PBVSI (persatuan bola voli seluruh indonesia) didirikan di Jakarta bersamaan dengan kejuaraan nasional yang pertama.
PBVSI sejak itu aktif mengembangkan kegiatan-kegiatan baik ke dalm maupun ke luar negeri sampai sekarang. Perkembangan permainan bola voli sangat menonjol saat menjelang Asian Games IV 1962 dan Ganefo I 1963 di Jakarta, baik untuk pria maupun untukwanitanya. Pertandingan bola voli masuk acara resmi dalam PON II 1951 di Jakarta dan POM I di Yogyakarta tahun 1951. setelah tahun 1962 perkembangan bnola voli seperti jamur tumbuh di musim hujan banyaknya klub-klub bola voli di seluruh pelosok tanah air.Hal ini terbukti pula dengan data-data peserta pertandingan dalam kejuaran nasional. PON dan pesta-pesta olahraga lain, di mana angka menunjukkan peningkatan jumlahnya. Boleh dikatakan sampai saat ini permainan bola voli di Indonesia menduduki tempat ketiga setelah sepak bola dan bulu tangkis.Untuk pertama kalinya dalam sejarah perbolavolian Indonesia, PBVSI telah dapat mengirimkan tim bola voli yunior Indonesia ke kejuaraan Dunia di Athena Yunani yang berlangsung dari tanggal 3-12 september 1989. tim bola voli yunior putra Indonesia ini dilatih oleh Yano Hadian dengan dibantu oleh trainer Kanwar, serta pelatih dari Jepang Hideto Nishioka, sedangkan pelatih fisik diserahkan kepada Engkos Kosasih dari bidang kepelatihan PKON (pusat kesehatan olahraga nasional) KANTOR MENPORA. Dalam kejuaraan dunia bola voli putra tersebut, sebagai juaranya adalah : .
1. UniSovyet
2. Jepang
3. Brazil
4. Bulagaria
5. Kuba
6. Yunani
7. Polandia
Sedangkan Indonesia sendiri baru dapat menduduki urutan ke 15.Dalam periode di bawah pimpinan ketua Umum PBVSI Jendral (Pol) Drs. MochamadSanusi, perbolavolian makinmeningkat baik dari jumlahnya perkumpulan yang ada maupun dari lancarnya system kompetisi yang berlangsung,; sampai dengan kegiatan yang dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri.
B. CARA PERMAINAN
Permainan ini dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain dan
berlomba-lomba mencapai angka 25 terlebih dahulu.
Dalam sebuah tim, terdapat 4 peran penting, yaitutoss er (ataus etter),spiker (smash),liber o, dandefender (pemain bertahan).Toss er atau pengumpan adalah orang yang bertugas untuk mengumpankan bola kepada rekan-rekannya dan mengatur jalannya permainan.Spiker bertugas untuk memukul bola agar jatuh di daerah pertahanan lawan.Libero adalah pemain bertahan yang bisa bebas keluar dan masuk tetapi tidak boleh men-smash bola ke seberang net.D efender adalah pemain yang bertahan untuk menerima serangan dari lawan.
Permainan voli menuntut kemampuan otak yang prima, terutamatosser.Toss er harus dapat mengatur jalannya permainan.Tos s er harus memutuskan apa yang harus dia perbuat dengan bola yang dia dapat, dan semuanya itu dilakukan dalam sepersekian detik sebelum bola jatuh ke lapangan sepanjang permainan. Permainan ini dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing
terdiri dari 6 orang pemain dan mengusahakan untuk mencapai angka 25 terlebih dahulu untuk memenangkan suatu babak.
Jadi hanya orang bodoh yang mengatakan bahwa yang penting dalam bermain voli adalah lompatan yang tinggi, passing yang bagus, dan pukulan yang keras. Tanpa otak maupun kemauan yang cukup mustahil semua itu bisa tercapai.
C. Teknik Bola Voli

Service
Service ada beberapa macam: 1 Service atas. Adalah service dengan awalan melemparkan bola ke atas seperlunya. Kemudian Server melompat untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari atas.
2 Service bawah. Adalah service dengan awalan bola berada di tangan yang tidak memukul bola. tangan yang memukulbola beriap dari belakang badan untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari bawah.
3 Service mengapung. Adalah service atas dengan awalan dan cara memukulyang hampir sama. awalan service mengapung adalah melemparkan bola ke atas namun tidak terlalu tinggi ( tidak terlalu tinggi dari kepala ). Tangan yang akan memukul bola bersiap di dekat bola dengan ayunan yang sangat pendek.
yang perlu diperhatikan dalam service
• Sikap badan dan pandangan
• Lambung keatas harus sesuai dengan kebutuhan.
• Saat kapan harus memukul Bola.
Service dilakukan untuk mengawali suatu pertandingan voli
Passing
• Passing Bawah ( Pukulan/penganmbilan tangan kebawah )
○ Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
○ tangan dirapatkan, satu dengan yang lain dirapatkan.
○ Gerakan tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola.
• Passing Keatas ( Pukulan/penganmbilan tangan keatas )
○ Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
○ Badan sedikit condong kemuka, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk
lengkungan setengah bola.
○ Ibu jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga.
○ Penyentuhan pada semua jari2 dan gerakannya meluruskan kedua tangan
Smash (spike)
Dengan membentuk serangan pukulan yang keras waktu bola berada diatas jaring, untuk
dimasukkan ke daerah lawan. Untuk melakukan dengan baik perlu memperhatikan faktor-faktor
berikut: awalan, tolakan, pukulan, dan pendaratan. Latihan teknik smesh tanpa awalan: a. Posisi
seperti melangkah b. Bola dilambungkan dengan ke2 belah tangan c. Tangan siap memukul d.Tangang diayunkan ke arah bola e. Mengenai bola dengan tangan terlanjur lurus di atas kepala f.Sikap tangan sewaktu mengenai bola,tangan memegang bola seperti menaungi
Membendung (Bloking) Dengan daya upaya di dekat jaring untuk mencoba menahan/menghalangi bola yang datang dari daerah lawan. Sikap memblok yang benar adalah:
a.Jongkok, bersiap untuk melompat.
b.Lompat dengan kedua tangan rapat dan lurus ke atas.
c.Saat mendarat hendaknya langsung menyingkir dan memberi kesempatan pada kawan satu
regu untuk bergantian memblok.

D. PENGHITUNGAN ANGKA
Aturan permainan dari bola voli adalah:
1. Jika pihak musuh bisa memasukkan bola ke dalam daerah kita maka kita kehilangan
bola dan musuh mendapatkan nilai
2. Serve yang kita lakukan harus bisa melewati net dan masuk ke daerah musuh. Jika
tidak, maka musuh pun akan mendapat nilai

E. SISTEM PERTANDINGAN

Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8 tim dan akan disitribusikan ke dalam 2 (dua) group, masing-masing group terdiri dari 4 (empat) tim.

Setiap tim terdiri dari 10 pemain meliputi 6 pemain inti yang bermain di lapangan dan
4 pemain cadangan.

Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak
dibatasi.

Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim
sedang bermain untuk cabang olahraga yang lain.

Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 4 orang.

Apabila di lapangan terdapat kurang dari 4 orang, maka tim yang bersangkutan akan
dianggap kalah.

Setiap pertandingan berlangsung 3 babak (best of three), kecuali pada 2 babak sudah
di pastikan pemenangnya maka babak ke tiga tidak perlu dilaksanakan.

Sistem hitungan yang digunakan adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24) maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan memenangi pertandingan.

Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan.

Kesalahan meliputi:
Pemain menyentuh net atau melewati garis batas tengah lapangan lawan.
Tidak boleh melempar ataupun menangkap bola. Bola volley harus di pantulkan
tanpa mengenai dasar lapangan.
Bola yang dipantulkan keluar dari lapangan belum dihitung sebagai out sebelum
menyentuh permukaan lapangan
Pada sat servis bola yang melewati lapangan dihitung sebagai poin bagi lawan,
begitu juga sebaliknya penerima servis lawan yang membuat bola keluar dihitung
sebagai poin bagi lawan.
Seluruh pemain harus berada di dalam lapangan pada saat serve dilakukan.
Pemain melakukan spike di atas lapangan lawan. o Seluruh bagian tubuh legal
untuk memantulkan bola kecuali dengan cara menendang.
Para pemain dan lawan mengenai net 2 kali pada saat memainkan bola dihitung
sebagai double faults.

Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakir. Dan apabila dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah boleh meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13.

Time out dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit.

Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan
international.

Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakir. Dan apabila dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah boleh meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13.

Time out dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit.

Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan
international.

BAB 3
Peraturan

Peraturan Bola Volley
Ø Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8 tim dan akan disitribusikan ke dalam 2 (dua) group, masing-masing group terdiri dari 4 (empat) tim.
Ø Setiap tim terdiri dari 10 pemain meliputi 6 pemain inti yang bermain di lapangan dan 4 pemain cadangan. Ø Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak dibatasi.
Ø Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim sedang bermain untuk cabang olahraga yang lain.
Ø Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 4 orang.
Ø Apabila di lapangan terdapat kurang dari 4 orang, maka tim yang bersangkutan akan dianggap kalah.
Ø Setiap pertandingan berlangsung 3 babak (best of three), kecuali pada 2 babak sudah di pastikan pemenangnya maka babak ke tiga tidak perlu dilaksanakan.
Ø Sistem hitungan yang digunakan adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24) maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan memenangi pertandingan.
Ø Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan.

Kesalahan meliputi:
Ø Pemain menyentuh net atau melewati garis batas tengah lapangan lawan.
Ø Tidak boleh melempar ataupun menangkap bola. Bola volley harus di pantulkan tanpa mengenai dasar lapangan.
Ø Bola yang dipantulkan keluar dari lapangan belum dihitung sebagai out sebelum menyentuh permukaan lapangan.
Ø Pada sat servis bola yang melewati lapangan dihitung sebagai poin bagi lawan, begitu juga sebaliknya penerima servis lawan yang membuat bola keluar dihitung sebagai poin bagi lawan.
Ø Seluruh pemain harus berada di dalam lapangan pada saat serve dilakukan.
Ø Pemain melakukan spike di atas lapangan lawan.
Ø Seluruh bagian tubuh legal untuk memantulkan bola kecuali dengan cara menendang.
Ø Para pemain dan lawan mengenai net 2 kali pada saat memainkan bola dihitung sebagai double faults. Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakir. Dan apabila dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah boleh meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13. Time out dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit. Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan international.

BAB 4
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Dari beberapa uraian dan penjelasan yang telah dikemukakan di atas maka dapatlah penulis mengambil kesimpulan bahwa dengan mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan ini, peserta didik mampu mempraktikkan teknik-teknik dasar dalam olahraga dengan baik serta nilai kerjasama, toleransi, percaya diri, kejujuran, keberanian, menghargai lawan, kerja keras, dan menerima kekalahan serta dapat mengaplikasikan cara hidup yang sehat dan bersih.
B.SARAN-SARAN
Kami sebagai penyusun makalah ini, sangat mengharap atas segala saran – saran dan kritikan bagi para pembaca yang kami hormati guna untuk membangun pada masa yang akan datang untuk menjadi yang lebih baik dalam membenarkan alur-alur yang semestinya kurang memuaskan bagi tugas yang kami laksanakan.

Selasa, 12 April 2011

Di tinggal'kan seorang kekasih

Untuk apakah diri ini termangu

Demi siapakah hati ini berseru

Dimana lagi harus kucari bayangmu

Sampai kapankah ku harus menunggu

Ku berpikir bagaimana lagi caraku mengadu


Di benakku hanya tersimpan tanya mengapa engkau berlalu meninggalkanku

Dalam kesunyian aku mencari

Jawaban rindu yang terus menyakiti

Di bawah terik mentari aku menanti

Kehadiranmu wahai penyejuk hati

Dalam bayang keraguan yang senantiasa menguasai

Namun ku takkan pernah menyerah

Meski raga ini begitu lelah

Raga yang penuh rasa bersalah

Raga yang selalu kalah

Saat berperang melawan amarah

Namun selalu kucoba melangkah

Hadapi semua cobaan meski tiada arah

Rabu, 06 April 2011

X-5

X-5

X-5

p. wakil dulu

wong gendeng x-5